COIMBATORE: Seorang wanita yang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Valparai dilaporkan meninggal karena komplikasi pasca melahirkan saat dipindahkan ke Pollachi GH. Keluarganya mengajukan tuntutan atas kelalaian medis.
Menurut sumber, Kurinchimalar, istri Gautham, dirawat di Valparai GH untuk melahirkan pada hari Selasa pukul 3 sore. Pasangan itu memiliki seorang putri berusia tiga tahun. Kurinchimalar melahirkan seorang bayi perempuan sekitar pukul 20.00.
Kondisinya memburuk sekitar pukul 22.30 dan dia dirujuk ke Pollachi GH. Dia dibawa dengan ambulans dalam perjalanan 64 km dari Valparai. Dia dibunuh di Pollachi GH.
Kerabat wanita tersebut menuduh kelalaian medis menyebabkan kematian tersebut. P Kalaimani, pamannya, mengatakan, “Persalinannya normal, ibu dan anak dalam keadaan sehat. Namun saat melahirkan sering terjadi pemadaman listrik. Juga tidak ada dokter selama perawatan. Hanya perawat yang menangani persalinan. Kami diberitahu bahwa dia menderita kehilangan banyak darah dan dirujuk ke Pollachi. Jika dokter hadir, dia bisa diselamatkan. Selain itu, kegagalan pengoperasian generator menjadi penyebab kematiannya.”
P Shanthi, ibunya, berkata, “Saya melihat perawat merawatnya di bawah senter ponsel saat listrik padam. Putri saya kehilangan kesadaran ketika ambulans mencapai Aliyar.”
Kepada TNIE, Direktur Gabungan Dinas Kesehatan Kabupaten E Chandra membantah tudingan tersebut. “Saya melakukan penyelidikan di Valparai GH. Tidak ada kelalaian medis. Generator juga berfungsi dengan baik dengan bahan bakar yang cukup. Dokter yang bertugas memberikan perawatan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan laporan perawatan terhadap perempuan tersebut dan akan dikirimkan ke pengumpul pada hari Jumat.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
COIMBATORE: Seorang wanita yang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Valparai dilaporkan meninggal karena komplikasi pasca melahirkan saat dipindahkan ke Pollachi GH. Keluarganya mengajukan tuntutan atas kelalaian medis. Menurut sumber, Kurinchimalar, istri Gautham, dirawat di Valparai GH untuk melahirkan pada hari Selasa pukul 3 sore. Pasangan itu memiliki seorang putri berusia tiga tahun. Kurinchimalar melahirkan seorang bayi perempuan sekitar pukul 20.00. Kondisinya memburuk sekitar pukul 22.30 dan dia dirujuk ke Pollachi GH. Dia dibawa dengan ambulans dalam perjalanan 64 km dari Valparai. Dia dinyatakan meninggal di Pollachi GH.googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Kerabat wanita tersebut menuduh kelalaian medis menyebabkan kematian tersebut. P Kalaimani, pamannya, mengatakan, “Persalinannya normal, ibu dan anak dalam keadaan sehat. Namun saat melahirkan sering terjadi pemadaman listrik. Juga tidak ada dokter selama perawatan. Hanya perawat yang menangani persalinan. Kami diberitahu bahwa dia menderita kehilangan banyak darah dan dirujuk ke Pollachi. Jika dokter hadir, dia bisa diselamatkan. Selain itu, kegagalan pengoperasian generator menjadi penyebab kematiannya.” P Shanthi, ibunya, berkata, “Saya melihat perawat merawatnya di bawah senter ponsel saat listrik padam. Putri saya kehilangan kesadaran ketika ambulans mencapai Aliyar.” Kepada TNIE, Direktur Gabungan Dinas Kesehatan Kabupaten E Chandra membantah tudingan tersebut. “Saya melakukan penyelidikan di Valparai GH. Tidak ada kelalaian medis. Generator juga berfungsi dengan baik dengan bahan bakar yang cukup. Dokter yang bertugas memberikan perawatan,” ujarnya. Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan laporan perawatan terhadap perempuan tersebut dan akan dikirimkan ke pengumpul pada hari Jumat. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp