MADURAI: Majelis hakim Madurai di pengadilan tinggi Madras baru-baru ini mengarahkan Kementerian Perempuan dan Perkembangan Anak untuk merekomendasikan kandidat yang memenuhi syarat untuk masuk medis di bawah Central Pool mulai tahun ajaran berikutnya.
Hakim GR Swaminathan memberikan perintah tersebut saat mengajukan petisi yang diajukan oleh seorang calon medis, Sa Sivasoorya, yang meminta pengadilan untuk mengarahkan Kementerian Perkembangan Anak untuk merekomendasikan namanya untuk salah satu dari dua kursi medis yang dialokasikan oleh Kementerian Kesehatan Persatuan di bawah Pusat. Tiang. untuk penerima Penghargaan Anak Nasional atas Prestasi Luar Biasa yang diraihnya pada tahun 2016.
Hakim mengamati bahwa pemohon, yang berasal dari latar belakang pedesaan, telah mencapai prestasi akademis dan teknis yang cukup besar dan juga lulus NEET tahun lalu. Meskipun memenuhi syarat, ia tidak dipilih berdasarkan Central Pool yang mana dua kursi medis diberikan kepada Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Perempuan dan Anak untuk mencalonkan dan merekomendasikan kandidat yang memenuhi syarat termasuk mereka yang menerima penghargaan tersebut, tambah hakim.
Hal ini terjadi karena Kementerian Perkembangan Anak menyerahkan kursi tersebut kepada Kementerian Kesehatan dengan alasan ketidakmampuan mengidentifikasi penerima manfaat pada bulan Oktober tahun lalu, kata hakim. Karena hal serupa juga diterima oleh Kementerian Kesehatan pada bulan Maret tahun ini, tidak ada keringanan yang dapat diberikan kepada pemohon pada tahun ajaran berjalan, ujarnya.
Namun penyerahan kursi yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berprestasi luar biasa, meski hanya soal kebijakan, tidak bisa diterima jika dilakukan tanpa alasan apa pun, kata hakim. “Ketika kebijakan yang sudah lama tidak diikuti, harus ada alasan yang memaksa. Dalam hal ini, tidak ada alasan yang jelas,” beliau mengamati dan menginstruksikan hal di atas.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
MADURAI: Majelis hakim Madurai di pengadilan tinggi Madras baru-baru ini mengarahkan Kementerian Perempuan dan Perkembangan Anak untuk merekomendasikan kandidat yang memenuhi syarat untuk masuk medis di bawah Central Pool mulai tahun ajaran berikutnya. Hakim GR Swaminathan memberikan perintah tersebut saat mengajukan petisi yang diajukan oleh seorang calon medis, Sa Sivasoorya, yang meminta pengadilan untuk mengarahkan Kementerian Perkembangan Anak untuk merekomendasikan namanya untuk salah satu dari dua kursi medis yang dialokasikan oleh Kementerian Kesehatan Persatuan di bawah Pusat. Tiang. untuk penerima Penghargaan Anak Nasional atas Prestasi Luar Biasa yang diraihnya pada tahun 2016. Hakim mengamati bahwa pemohon, yang berasal dari latar belakang pedesaan, telah mencapai prestasi akademis dan teknis yang cukup besar dan juga lulus NEET tahun lalu. Meski memenuhi syarat, ia tidak terpilih dalam Central Pool yang mana dua kursi medis diberikan kepada Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Perempuan dan Anak untuk mencalonkan dan merekomendasikan kandidat yang memenuhi syarat termasuk mereka yang menerima penghargaan tersebut, tambah pengulas. .cmd.push(fungsi() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); Hal ini terjadi karena Kementerian Perkembangan Anak menyerahkan kursi tersebut kepada Kementerian Kesehatan dengan alasan ketidakmampuan mengidentifikasi penerima manfaat pada bulan Oktober tahun lalu, kata hakim. Karena hal serupa juga diterima oleh Kementerian Kesehatan pada bulan Maret tahun ini, tidak ada keringanan yang dapat diberikan kepada pemohon pada tahun ajaran berjalan, ujarnya. Namun penyerahan kursi yang diperuntukkan bagi anak-anak yang berprestasi luar biasa, meski hanya soal kebijakan, tidak bisa diterima jika dilakukan tanpa alasan apa pun, kata hakim. “Ketika kebijakan yang sudah lama tidak diikuti, harus ada alasan yang memaksa. Dalam hal ini, tidak ada alasan yang jelas,” beliau mengamati dan menginstruksikan hal di atas. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp