CHENNAI: Pemimpin Oposisi Edappadi K Palaniswami pada hari Rabu menegur pemerintah DMK karena membuka kembali toko TASMAC minggu lalu. Saat menyampaikan ucapan terima kasih atas pidato Gubernur, Palaniswami mempertanyakan mengapa pemerintah terburu-buru membuka toko minuman keras padahal penularan Covid masih tinggi. “DMK yang sama menentang pembukaan gerai minuman keras tahun lalu ketika AIADMK berkuasa,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Menteri Listrik, Larangan dan Cukai V Senthil Balaji mengatakan toko-toko tetap tutup di wilayah yang tingkat penularannya tinggi. Gerai tersebut baru dibuka di 27 kabupaten yang tingkat positif tesnya 2,8 persen.
Sebagai tanggapan, Palaniswami berkata: “DMK mengutuk kami karena membuka gerai ketika negara bagian hanya melaporkan 580 kasus Covid. Namun, mereka membukanya ketika negara bagian tersebut melihat sekitar 12.000 kasus setiap hari.”
“Kami menentang keputusan tahun lalu karena tingkat tes positif (TPR) negara bagian saat itu adalah 10,6 persen. Namun kini hanya 3,6 persen. Harus diingat, meski TPR tinggi, pemerintah saat itu sudah mendekati Mahkamah Agung untuk mengosongkan masa jabatan Mahkamah Agung sehingga membuat pemerintah AIADMK tidak bisa membuka toko minuman keras tersebut,” jawab Senthil Balaji. Ini adalah hari kedua Majelis menyaksikan perdebatan sengit mengenai pembukaan toko TASMAC.
Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp
CHENNAI: Pemimpin Oposisi Edappadi K Palaniswami pada hari Rabu menegur pemerintah DMK karena membuka kembali toko TASMAC minggu lalu. Saat menyampaikan ucapan terima kasih atas pidato Gubernur, Palaniswami mempertanyakan mengapa pemerintah terburu-buru membuka toko minuman keras padahal penularan Covid masih tinggi. “DMK yang sama menentang pembukaan gerai minuman keras tahun lalu ketika AIADMK berkuasa,” tambahnya. Menanggapi hal tersebut, Menteri Listrik, Larangan dan Cukai V Senthil Balaji mengatakan toko-toko tetap tutup di wilayah yang tingkat penularannya tinggi. Gerai tersebut baru dibuka di 27 kabupaten yang tingkat positif tesnya 2,8 persen. Sebagai tanggapan, Palaniswami berkata: “DMK mengutuk kami karena membuka gerai ketika negara bagian hanya melaporkan 580 kasus Covid. Namun, mereka membukanya ketika negara bagian tersebut melihat sekitar 12.000 kasus harian.”googletag.cmd.push(function() googletag.display(‘div-gpt-ad-8052921-2’); ); “Kami menentang keputusan tahun lalu karena tingkat tes positif (TPR) negara bagian saat itu adalah 10,6 persen. Namun kini hanya 3,6 persen. Harus diingat, meski TPR tinggi, pemerintah saat itu sudah mendekati Mahkamah Agung untuk mengosongkan masa jabatan Mahkamah Agung sehingga membuat pemerintah AIADMK tidak bisa membuka toko minuman keras tersebut,” jawab Senthil Balaji. Ini adalah hari kedua Majelis menyaksikan perdebatan sengit mengenai pembukaan toko TASMAC. Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp