Layanan Berita Ekspres

PERAMBALUR: Tanggal 27 September adalah Hari Pariwisata Sedunia, namun kurangnya akses dan fasilitas dasar di tempat-tempat wisata umum di Kabupaten Perambalur telah memaksa penduduk setempat untuk menghindarinya dan malah mengunjungi kabupaten terdekat untuk bersantai.

Meskipun terdapat Benteng Ranjankudi, taman fosil Sathanur, air terjun Mayil Ootru dan bendungan Visvakudi dan Kottarai, selain kuil Siruvachur Mathurakali Amman, tidak ada tempat lain yang menarik banyak wisatawan karena kurangnya fasilitas dasar termasuk toilet, sofa, fasilitas penerangan dan air minum.

Penduduk setempat juga mengajukan tuntutan yang sudah lama tertunda untuk membuka museum dan taman anak-anak di dekat taman fosil Sathanur yang terkenal dan selesai dibangun sepuluh tahun lalu.

S Ragavan, seorang aktivis sosial mengatakan, “Benteng Ranjankudi adalah benteng bersejarah dan terletak hanya satu kilometer dari jalan raya nasional Chennai-Tiruchy. Meskipun departemen arkeologi sedang melakukan beberapa pekerjaan mempercantik bagian dalam benteng, tidak ada fasilitas dasar untuk itu.” wisatawan. Situasi serupa terjadi di taman fosil Sathanur dan di air terjun Mayil Ootru. Pemerintah kabupaten harus meningkatkan fasilitas dan memasang papan informasi tentang sejarah mereka.”

Ia juga menyayangkan kurangnya fasilitas transportasi yang memadai ke tempat-tempat wisata tersebut.

M Velmurugan, warga Perambalur mengatakan, “Ada beberapa tempat wisata di kabupaten tersebut. Namun, pemerintah kabupaten belum mengambil langkah apa pun untuk memperbaikinya selama bertahun-tahun. Jadi kami terpaksa mengunjungi tempat-tempat wisata terdekat di distrik Tiruchy.” .minggu atau bulanan untuk bersantai. Bikin capek dan biayanya lebih banyak.”

“Pemerintah kabupaten harus memperbaiki tempat-tempat wisata di kabupaten tersebut, menunjuk pemandu dan mengadakan berbagai program untuk menarik wisatawan. Mereka juga harus mendatangkan pelajar dan mahasiswa ke sini dan menciptakan kesadaran tentang sejarah daerah tersebut,” tambahnya.

Penggila sejarah L Thiyagarajan mengatakan, “Pertama, pusat informasi wisata dan peta harus ditempatkan di halte bus Perambalur agar semua orang bisa mengetahui tempat-tempat wisata di kabupaten tersebut.” Pemerintah kabupaten harus memfasilitasi transportasi terpisah untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, yang akan membantu meningkatkan lalu lintas pejalan kaki, tambahnya.

Saat dihubungi, petugas pariwisata distrik T Jegadeeswari mengatakan, “Kami siap untuk meningkatkan tempat-tempat wisata di distrik ini. Departemen lain harus bekerja sama dan mengirimkan proposal kepada kami mengenai di mana fasilitas dasar diperlukan.”

Ikuti saluran The New Indian Express di WhatsApp

sbobet mobile